Jalan-Jalan ke Ujung Genteng, Pantai Pangumbahan dan Curug Cikaso.. (1)

Pantai depan Pondok Hexa. (foto : anurai)


… Beeeuuuh..udah lama kayanya ga curhat di blog 😀

Saat ini, saia hanya ingin berbagi kebahagiaan saat saia dan teman2 dari PAC (Permata Adventure Club) jalan2 ke  Ujung Genteng dan Curug Cikaso…

Siapa tau, ada yang ngiler, ngiri dan berencana mecahin celengan ayamnya hanya untuk mengunjungi tempat wisata yang indah itu. 😛 *ga nyesel deeh..*

Berawal dari sebuah milis dari Mas Feri, seorang pengurus PAC. (perkumpulan karyawan Permata yang doyan jalan2) email itu berisi ajakan untuk jalan2 ke Ujung Genteng hanya biaya 100rb rupiah saja.. (woot)..

Bagi saya yang telah dapat contekan dari teman2, tentang indahnya Pantai di Ujung Genteng walau hanya dari foto dan memang ngidam ingin ketemu si tukik imut nan lucu itu 😀 ..  tanpa pikir2 lagi… saia langsung buru2 ke mesin atm, transfer dan daftar untuk ikutan, karena ajakan itu terbatas hanya untuk 25 orang dan yakin banget akan berebutan… *saking buru2nya, sampe ga liat waktunya kapan* ckckckckck… 😛

Dua bulan kemudian…. *lama banget ya..*

Jalan2 yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang juga.. (yahoo)

“Ujung Genteng… kami daataaaang… “

Dengan bis sedang dengan ukuran 25 seat dan diiringi oleh Biker Permata, atas izin Allah swt, kami berangkat… *bismillahirahmanirrahim*

Perjalanan menuju Ujung Genteng ternyata sangat melelahkan 😦 ,, Bagaimana tidak? perjalanan ini menghabiskan waktu sekitar 8 jam dari Sudirman, Jakarta (pukul 22.00-06.00 wib. jalanan yang ditempuh pun berkelok-kelok dan berguncang hingga susah untuk tidur nyenyak. Namun itu semua terhapuskan setelah melihat gerbang “SELAMAT DATANG DI KAWASAN WISATA UJUNG GENTENG

Pintu Gerbang Ujung Genteng (Foto : Anurai)

*ketika memotret gerbang ini kondisi tubuh masih 20% karena baru saja melek, muka lecek, dan ileran wkwkwkwkwk*

Saat itu sudah terbayang indah birunya laut, aroma wangi laut biru, buih-buih dipantai dan desiran ombak yang akan dirasakan dalam jangka waktu lebih kurang 5 menit lagi.

Namun,,itu hanyalah sisa mimpi perjalanan semalam *hahahaa* 😀

Perjalanan belum berakhir, jarak antara gerbang menuju tempat penginapan cukuplah jauh. Sekitar 15-20menit kami baru tiba di penginapan Pondok Hexa.* Yipppi… *

Tempat Penginapan kami 😀 (foto : anurai)
Ruang Makan di Pondok Hexa (foto : anurai)
Kolam Renang Pondok Hexa. (foto : anurai)

Setelah istirahat sebentar, bersih diri dan sarapan bersama. Kami langsung ngesot menuju pantai yang letaknya hanya beberapa meter dari kamar. siapa sih yang tidak mau liat suasana pantai bersih yang hanya ditempuh dengan ngesott??.. :p

“Subhanallah… ” kata pertama yang terlontar ketika melihat pantai yang begitu indah telah tampak didepan mata..  Dan saat itu sempat2nya saia bengong seketika karena terkagum-kagum melihat ciptaanNya hingga lupa  mengeluarkan kamera. (doh)

Salah satu sisi indah pantai di depan Pondok Hexa (foto : anurai)
Pantai depan Pondok Hexa 2. (foto : anurai)
Menikmati Kelapa Muda di Cafe dekat Pantai ^_^ (foto : anurai)

Heu heu..walau masih dibilang pagi, panasnya sinar matahari membuat kami ingin kembali ke penginapan,, yippi… tak jauh dari pantai ternyata terdapat cafe atau warung yang menjual kelapa muda by request..disebut by request karena untuk menikmati kelapa muda dengan daging yang cukup lembut dan tebal itu harus menunggu si Mas penjual memanjat dan memetik kelapanya terlebih dahulu 😛 *fresh from the tree*

Satu hal yang ditunggu dari perjalanan ke Ujung Genteng, selain menikmati indahnya laut biru adalah mengunjungi penangkaran penyu di Pantai Pangumbahan. Untuk menuju tempat penangkaran penyu ini diperlukan jasa angkutan, misalnya ojek karena jarak antara penginapan dan penangkaran penyu sekitar 4-5km, klo jalan kaki cape booo..

Tetap gaya walau di truk menuju Pantai Pangumbahan

Hohohoho… karena kita rame2 jadi.. perjalanan menuju pantai pangumbahan ditempuh dengan truk.. duuh udah kaya sapi aja sih.. tapi seru juga.

Setelah sampai di tempat penangkaran penyu,ternyata rombongan kami ditolak saudara saudara… ckckckckk…

Ternyata oh ternyata,, kami kurang sore datang kesana.. pelepasan tukik ke pantai adalah saat matahari terbenam, sekitar pukul 5-6 sore. Jadi kami melanjutkan perjalanan menuju rumah tetangga.. hehehe..

Perpanjangan Pantai Pangumbahan
Perpanjangan Pantai Pangumbahan
Main air di Pantai Pangumbahan yang cukup besar ombaknya. (foto : anurai)
PAC dan Bikers di Pantai Pangumbahan, Ujung Genteng.

Setelah menikmati indahnya pantai pangumbahan dengan bernarsis-narsis ria dipantai “berasa” milik sendiri ini,, kami kemballi menuju tempat penangkaran penyu. “Tukik.. Here I come..”

Ruang Penetasan anak penyu (foto : anurai)
Ruang Penetasan anak penyu (foto : anurai)

disinilah telur penyu itu akan menetas… di setiap telurnya dikasih nama lho.. 😀

Anak=anak penyu yang menetas nantinya akan dipelihara sampai akhirnya dikembalikan ke habitatnya. Pada saat usia mereka empat bulan ke atas, mereka yang diperbolehkan untuk dilepas ke pantai karena tukik yang masih muda faktor keselamatan dalam mempertahan hidupnya sangat kecil hal ini disebakan banyak predator lain dalam air yang memangsanya.

Dua tukik imut yang siap mengarungi samudra (foto : anurai)

Ngegemesin banget ya tukiknya.. pengen deh rasanya dibawa pulang (haha).  Ironisnya, kemungkinan hidup penyu tergolong kecil. Dari 1000 tukik penyu yang dilepaskan, hanya satu tukik penyu yang bertahan hidup menjadi penyu dewasa. 😦 Namun semangat mereka patut dijadikan pelajaran kawan… 😀

Sunset..oh sunset…. (foto : anurai)

Tenggelamnya matahari mengakhiri prosesi pelepasan anak penyu ke pantai.

Betapa banyak dan indahnya Kebesaran Allah yang telah kami lihat dan rasakan dari pagi hingga sore itu, dapatkah kita memikirkannya??

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS Al-Baqarah : 164).

Advertisements

10 thoughts on “Jalan-Jalan ke Ujung Genteng, Pantai Pangumbahan dan Curug Cikaso.. (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s